RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMKN 1 Rongga menggelar kegiatan Apel Rutin dan Pembinaan Kejuruan yang bertempat di area praktik pertanian sekolah. Kegiatan rutin ini diikuti oleh seluruh peserta didik jurusan ATPH dengan khidmat dan disiplin.
Pada pelaksanaan kali ini, bertindak sebagai Pembina Apel adalah Iwan Setiawan, S.Pd.I. Fokus utama pembinaan difokuskan pada sosialisasi aturan internal pembelajaran kejuruan serta penguatan pemahaman Standard Operational Procedure (SOP) industri agribisnis modern.

1. Penegakan Aturan Pembelajaran Kejuruan ATPH
Dalam amanatnya, Iwan Setiawan, S.Pd.I menegaskan bahwa proses pembelajaran di bidang agribisnis hortikultura membutuhkan kedisiplinan tinggi dan ketaatan pada aturan yang berlaku. Berbeda dengan pembelajaran teori di dalam kelas, kegiatan praktik pertanian menuntut ketepatan waktu dan komitmen harian.
Poin-poin aturan pembelajaran kejuruan yang ditekankan antara lain:
- Ketepatan Waktu Praktik Lahan: Menjaga jadwal piket dan pemeliharaan tanaman (penyiraman, pemupukan, dan pemantauan hama) yang harus dilakukan secara rutin dan konsisten.
- Kerapian dan Kepatuhan Atribut: Penggunaan seragam kerja lapangan/praktik ATPH yang sesuai standar agar kegiatan di lahan berjalan aman dan efektif.
- Perawatan Sarana dan Prasarana: Menjaga kebersihan perlengkapan laboratorium pertanian, greenhouse, alat-alat mesin pertanian (alsintan), serta area lahan praktik sekolah.
2. Kepatuhan pada SOP Industri Agribisnis (Good Agricultural Practices)
Selain aturan internal sekolah, pembina apel menekankan pentingnya pengenalan dan penerapan Standard Operational Procedure (SOP) Industri sejak dini. Hal ini penting agar lulusan ATPH memiliki standar kerja yang setara dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) agribisnis modern.
“Di dunia kerja pertanian dan hortikultura modern, penerapan SOP seperti Good Agricultural Practices (GAP) adalah keharusan. Mulai dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), tata cara penanganan benih, dosis pemupukan yang presisi, hingga pengelolaan pascapanen yang higienis, semuanya harus dibiasakan dari sekarang di sekolah,” tegas Iwan Setiawan, S.Pd.I.
Kepatuhan terhadap SOP industri tidak hanya menjamin kualitas hasil panen tanaman pangan dan hortikultura, tetapi juga menjamin keselamatan kerja (Occupational Health & Safety) para siswa selama beraktivitas di lapangan.

3. Menanamkan Karakter Tanggung Jawab dan Ketekunan
Dunia pertanian mengajarkan filosofi kehidupan yang sangat mendalam: apa yang kita tanam dan rawat dengan baik, itulah yang akan kita tuai. Iwan Setiawan mengimbau para siswa untuk memupuk rasa tanggung jawab atas setiap kelompok tanaman yang dipercayakan kepada mereka.
Ketekunan merawat tanaman dari fase pembibitan hingga panen melatih kepekaan, kesabaran, serta kerja sama tim yang solid di antara sesama siswa ATPH.
4. Peran Strategis Apel Jurusan
Apel jurusan rutin ini membuktikan peran pentingnya sebagai sarana penyamaan persepsi antara dewan guru kejuruan dan peserta didik. Melalui apel rutin, informasi aturan baru, evaluasi pembelajaran praktik minggu sebelumnya, serta motivasi karakter dapat disampaikan secara efisien dan langsung.
Kegiatan apel jurusan ATPH ditutup dengan pembacaan doa bersama, komitmen menjaga kebersihan lahan praktik, dan penghormatan kepada pembina apel sebelum siswa melanjutkan aktivitas pembelajaran produktif pertanian.
