RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan alat bantu pemrograman berbasis kecerdasan buatan menjadi topik krusial yang diangkat dalam Apel Mingguan Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 1 Rongga pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Bertindak sebagai Pembina Apel, Suhendar Aryadi, S.Pd.,Gr. memberikan pengarahan mendalam mengenai etika dan kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi AI pada proses pembelajaran pemrograman di sekolah.
1. AI Adalah Co-Pilot, Bukan Pengganti Daya Nalar
Dalam pemaparannya, Suhendar Aryadi menegaskan bahwa kehadiran teknologi AI (seperti AI code assistant, LLM, dan generator logika) seharusnya diposisikan sebagai tool atau alat bantu yang mengakselerasi produktivitas, bukan instrumen malas yang menggantikan kemampuan nalar dan berpikir kritis siswa.
“Sebagai calon Software Engineer dan Developer, fondasi utama kalian adalah logika pemecahan masalah (problem solving). AI memang bisa menghasilkan potongan kode dengan cepat, tetapi pemahaman tentang ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ logika itu bekerja tetap berada di otak kalian sendiri. Jangan biarkan AI menggantikan proses berpikir kalian,” pesan Suhendar Aryadi, S.Pd.,Gr.
2. Keterampilan Dasar Algoritma Tetap Yang Utama
Pembina apel mengingatkan bahwa di dunia kerja dan industri perangkat lunak profesional, pemahaman mendasar tentang struktur data, algoritma, arsitektur sistem, dan teknik debugging manual tetap menjadi faktor penentu utama kualitas seorang programmer.
Penggunaan AI disarankan untuk hal-hal berikut:
- Eksplorasi Ide & Dokumentasi: Membantu memahami dokumentasi sintaks baru atau mencari inspirasi pendekatan penyelesaian tugas.
- Validasi & Penjelasan Kode: Mempelajari penjelasan atas kode error yang ditemui saat sesi praktik.
- Pengujian Kasus Uji (Test Cases): Membantu menyusun variasi pengujian kode.
Dengan edukasi ini, jurusan RPL SMKN 1 Rongga berkomitmen mencetak lulusan berwawasan teknologi tinggi yang memiliki kedalaman logika dan integritas akademik yang kokoh.
