RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Pengembangan keterampilan rekayasa perangkat lunak di SMKN 1 Rongga terus ditingkatkan melalui pendekatan praktis dan aplikatif. Pada Mata Pelajaran Metaverse, siswa kelas 12 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) diajarkan menerapkan metode pengembangan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) di bawah arahan pengajar kejuruan Agung Gumelar Saputra, S.Tr.T.
Metode ATM terbukti efektif dalam dunia industri perangkat lunak untuk mempercepat proses prototyping sekaligus melatih kreativitas siswa dalam melahirkan nilai tambah (added value) pada aplikasi buatan mereka.
1. Menerapkan Tiga Pilar Metode ATM
Dalam praktikum di Laboratorium Komputer RPL, siswa diajak melewati tiga tahapan utama:
- Amati (Observation): Siswa mempelajari alur logika, desain antarmuka, dan struktur basis data dari aplikasi digital yang menjadi acuan.
- Tiru (Replication): Mengimplementasikan ulang komponen fitur dasar secara mandiri guna memperdalam penguasaan sintaksis kode dan arsitektur aplikasi.
- Modifikasi (Innovation & Modification): Melakukan penambahan fitur baru, perbaikan alur pengguna (user experience), serta penyesuaian fungsionalitas agar aplikasi lebih relevan dengan kebutuhan pengguna lokal.
2. Menghasilkan Karya Aplikasi Berdaya Guna
Guru pengampu, Agung Gumelar Saputra, S.Tr.T., menekankan bahwa kunci dari metode ATM terletak pada tahap Modifikasi. Siswa dilarang sekadar melakukan duplikasi (coppy-paste), melainkan wajib memberikan inovasi pembeda yang lebih unggul.
“Metode ATM melatih siswa untuk berpikir kritis terhadap produk teknologi yang ada. Dengan memodifikasi dan memberikan nilai inovasi baru, siswa tidak hanya mahir secara teknis menulis kode, tetapi juga terbiasa menjadi inovator produk digital,” tegas Agung Gumelar Saputra, S.Tr.T.
Proyek pengembangan aplikasi Metaverse ini diharapkan mampu melahirkan berbagai portofolio perangkat lunak unggulan karya siswa kelas 12 RPL SMKN 1 Rongga yang siap diuji dalam penilaian akhir semester maupun kompetensi keahlian.
