RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Praktikum kejuruan yang efektif membutuhkan pendampingan langsung dari guru yang kompeten. Inilah yang ditunjukkan Agnia Fila Anisa, S.P. dalam kegiatan pembaharuan media tanam ATPH SMKN 1 Rongga, Rabu (12/8/2026) — bukan hanya memberi instruksi dari kejauhan, melainkan terjun langsung mendampingi siswa di lapangan.

1. Model Pembelajaran Hands-On dengan Pendampingan Intensif

Selama praktikum berlangsung, Agnia berpindah dari satu kelompok siswa ke kelompok lain — memeriksa teknik yang digunakan, memberikan koreksi langsung, dan menjawab pertanyaan siswa secara real-time. Model bimbingan ini memastikan tidak ada siswa yang salah menerapkan teknik tanpa terkoreksi.

2. Transfer Ilmu Praktis dari Guru Bergelar Sarjana Pertanian

Sebagai pengampu bergelar S.P. (Sarjana Pertanian), Agnia membawa landasan keilmuan agronomi yang kuat ke dalam pembelajaran praktik. Pendekatan ini memastikan siswa tidak hanya meniru gerakan teknis, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap langkah — mengapa media tertentu cocok untuk tanaman tertentu, mengapa akar harus diperlakukan dengan cara tertentu.

3. Guru sebagai Mentor, Bukan Sekadar Pengajar

Kehadiran fisik guru di tengah lapangan praktik, bukan hanya di depan kelas, menegaskan peran guru produktif SMK sebagai mentor yang membimbing proses belajar secara utuh. Pendekatan ini menjadi kunci keberhasilan pembelajaran vokasi — teori dan praktik berjalan beriringan dengan pengawasan yang memadai.