RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Kompetensi teknis bukan satu-satunya yang diajarkan dalam praktikum ATPH SMKN 1 Rongga — aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) turut menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum. Rabu (12/8/2026), sejumlah siswa terlihat mengenakan sarung tangan karet saat mengolah media tanam.

1. Mengapa Sarung Tangan Penting?

Media tanam yang bercampur pupuk kandang, sekam bakar, dan bahan organik lainnya dapat mengandung mikroorganisme yang berisiko menimbulkan iritasi kulit jika terpapar langsung dan berulang. Selain itu, beberapa tanaman seperti kaktus dan lidah mertua memiliki bagian yang tajam dan berduri.

Penggunaan sarung tangan pelindung melindungi siswa dari:

  • Iritasi kulit akibat kontak langsung dengan pupuk organik.
  • Luka gores dari duri kaktus atau tepi daun tanaman keras.
  • Kontaminasi — menjaga kebersihan tangan selama dan setelah praktikum.

2. Membangun Kebiasaan K3 sejak Sekolah

Agnia Fila Anisa, S.P. selaku guru pengampu menekankan bahwa kebiasaan menggunakan alat pelindung diri (APD) harus dibangun sejak bangku SMK, bukan baru diterapkan saat bekerja di industri pertanian atau perkebunan skala besar.

“Keselamatan kerja adalah kompetensi, bukan pilihan. Siswa yang terbiasa disiplin K3 di sekolah akan lebih siap bekerja di lingkungan agribisnis profesional,” jelas Agnia.

3. Standar Industri, Diterapkan dari Sekolah

Penerapan K3 dalam praktikum ATPH ini selaras dengan standar kerja industri pertanian modern, di mana keselamatan pekerja menjadi prioritas setara dengan produktivitas. SMKN 1 Rongga memastikan lulusannya tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran keselamatan kerja yang matang.