RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Kualitas media tanam menentukan hidup atau matinya sebuah tanaman. Prinsip inilah yang mendasari materi praktikum ATPH SMKN 1 Rongga, Rabu (12/8/2026), di bawah bimbingan Agnia Fila Anisa, S.P. — siswa diajarkan meracik komposisi media tanam yang sesuai kebutuhan tiap jenis tanaman hias.

1. Tidak Semua Tanaman Butuh Media yang Sama

Siswa belajar bahwa setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan media tanam berbeda:

  • Tanaman sukulen (aloe vera, kaktus) — membutuhkan media porous dengan drainase cepat agar tidak busuk akar.
  • Tanaman epifit (staghorn fern, bromelia) — membutuhkan media yang gembur dan kaya bahan organik.
  • Tanaman hias daun (sanseviera) — cukup toleran, namun tetap membutuhkan aerasi yang baik.

2. Bahan-Bahan Media Tanam yang Digunakan

Dalam praktikum ini, siswa mengolah campuran bahan seperti tanah gembur, sekam bakar (untuk aerasi), serta pupuk kandang atau kompos (sebagai sumber nutrisi organik). Perbandingan komposisi disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam ulang.

3. Dari Teori ke Praktik Nyata

Pemahaman tentang komposisi media tanam ini merupakan fondasi ilmu agronomi yang akan terus digunakan siswa ATPH dalam berbagai konteks — mulai dari budidaya tanaman hias, sayuran, hingga tanaman pangan di jenjang pembelajaran selanjutnya. Praktik langsung meracik media tanam jauh lebih membekas dibanding sekadar membaca teori di buku ajar.