RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Pembelajaran Informatika tidak hanya mengajak siswa menggunakan perangkat digital, tetapi juga melatih mereka menyusun solusi atas persoalan secara logis. Hal ini diterapkan melalui LKPD Digital Berpikir Komputasional yang dikembangkan oleh Suhendar Aryadi, S.Pd., Gr., Guru RPL SMKN 1 Rongga, pada platform suhendararyadi.com.

LKPD digital tersebut menjadi media kerja siswa untuk mendokumentasikan proses analisis sebuah studi kasus perangkat lunak. Dalam satu halaman, siswa dapat mengisi identitas kelompok, memilih studi kasus, lalu menguraikan gagasan mereka secara bertahap.

Mengurai Masalah dengan Empat Pilar

Aktivitas utama pada LKPD berfokus pada empat pilar berpikir komputasional, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Empat pilar ini membantu siswa membiasakan diri memecah masalah yang besar menjadi bagian yang lebih mudah ditangani, menemukan kesamaan, memilih informasi penting, serta menyusun langkah penyelesaian.

Pendekatan tersebut relevan dengan pembelajaran RPL karena setiap pengembangan perangkat lunak membutuhkan proses analisis sebelum masuk ke tahap penulisan kode. Siswa belajar bahwa program yang baik diawali dari pemahaman masalah, bukan sekadar mengetik sintaks.

Catatan Belajar yang Lebih Tertata

Dengan format digital, hasil kerja siswa dapat disusun secara lebih rapi dan terarah. Guru dapat menyiapkan instruksi, batas pengumpulan, serta konteks studi kasus dalam satu ruang belajar. Siswa juga memiliki pengalaman mengerjakan lembar kerja berbasis teknologi yang selaras dengan kebiasaan kerja digital.

Inovasi LKPD Digital ini memperlihatkan bagaimana pembelajaran Informatika di SMKN 1 Rongga dapat menggabungkan penguatan konsep, aktivitas analisis, dan penggunaan teknologi dalam satu pengalaman belajar yang bermakna.