RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Suasana hening dan penuh konsentrasi menyelimuti ruang-ruang kelas di SMKN 1 Rongga. Setiap hari Rabu pagi, seluruh siswa dan dewan guru melaksanakan program Pembiasaan Literasi Sekolah sebagai agenda wajib penguatan budaya membaca dan berpikir kritis.
Dalam kegiatan ini, para siswa diwajibkan membawa buku bacaan non-pelajaran dari rumah, seperti buku ilmu pengetahuan, biografi tokoh, novel inspiratif, maupun literatur kejuruan.
1. Menumbuhkan Minat Baca dan Gemar Membaca
Kegiatan diawali dengan sesi membaca hening (silent reading) selama 15 hingga 20 menit pertama sebelum jam pelajaran dimulai. Para siswa tampak antusias mendalami setiap lembar halaman buku yang dibawanya.
Tujuan utama dari pembiasaan literasi mandiri ini adalah:
- Pengayaan Wawasan: Membuka cakrawala pengetahuan siswa di luar materi kurikulum formal.
- Keterampilan Memahami Bacaan: Melatih siswa menemukan ide pokok, gagasan utama, dan nilai-nilai moral dari bacaan.
- Pengurangan Distraksi Digital: Membiasakan siswa fokus pada media cetak fisik di tengah maraknya penggunaan gadget.
2. Penyusunan Resensi dan Rangkuman Bacaan
Usai sesi membaca selesai, para siswa menuangkan pemahaman mereka ke dalam lembar kerja resensi (book review). Siswa merangkum ringkasan cerita, analisis karakter, poin penting yang dipelajari, serta tanggapan pribadi terhadap isi buku.
Pihak sekolah berharap Pembiasaan Literasi Rabu ini secara konsisten mencetak generasi muda vokasi SMKN 1 Rongga yang berwawasan luas, kritis, dan berkarakter pembelajar sepanjang hayat.
