RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Di balik setiap penampilan drumband yang memukau, terdapat proses panjang membangun kekompakan. Latihan yang dijalani tim drumband SMKN 1 Rongga pada Rabu (13/8/2026) tidak hanya melatih keterampilan musik, tetapi juga mengasah kemampuan bekerja sama sebagai satu kesatuan.
Saling Mendengarkan
Dalam formasi drumband, setiap pemain harus mendengarkan rekan di sekitarnya. Pemain snare drum menyesuaikan dengan bass drum, bellyra mengikuti tempo yang dibangun oleh perkusi, dan colour guard bergerak sesuai sinyal dari seluruh kelompok. Tidak ada yang bisa bermain sendiri — semua harus saling merespons.
Kemampuan mendengarkan dan merespons ini melatih kepekaan sosial yang berguna tidak hanya di lapangan latihan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja kelak.
Membangun Kebersamaan
Momen istirahat pun menjadi bagian dari proses pembentukan tim. Siswa berkumpul, berdiskusi tentang bagian yang perlu diperbaiki, saling memberi semangat, dan mempererat ikatan. Kebersamaan yang tumbuh dari latihan bersama menciptakan rasa memiliki terhadap tim dan penampilan mereka.
Hasil Kerja Kolektif
Penampilan drumband yang berhasil adalah hasil kerja seluruh anggota, bukan individu tertentu. Setiap siswa memiliki peran yang sama pentingnya — dari pemain drum terkecil hingga pembawa bass drum terbesar. Kesadaran ini mengajarkan bahwa pencapaian besar dibangun dari kontribusi banyak orang yang bekerja bersama.
Tim drumband SMKN 1 Rongga terus menempa kekompakan menuju hari-H 17 Agustus 2026.
