RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Tak hanya soal mengukur, praktik piston clearance yang dilaksanakan siswa kelas XI TSM SMKN 1 Rongga pada Kamis (14/8/2026) juga menekankan pentingnya dokumentasi hasil kerja. Setiap kelompok siswa mencatat data pengukuran mereka pada lembar kerja standar sesuai prosedur Yamaha.

Dokumentasi sebagai Bagian dari SOP

Dalam standar industri otomotif, hasil pengukuran tidak cukup hanya diketahui secara lisan — harus dicatat secara tertulis dan sistematis. Lembar kerja yang digunakan siswa mencakup kolom untuk data spesifikasi standar, hasil ukur aktual, serta kesimpulan apakah komponen masih dalam batas toleransi atau perlu diganti.

Melatih Tanggung Jawab dan Akurasi Data

Siswa dituntut jujur dan teliti saat mencatat data — sebuah nilai penting yang akan mereka bawa ke dunia kerja. Data yang salah tulis atau dimanipulasi dapat berakibat pada kesalahan pengambilan keputusan teknis yang berisiko terhadap keselamatan pengguna kendaraan.

Bekal Menuju Sertifikasi Kompetensi

Kemampuan mendokumentasikan hasil kerja secara akurat merupakan salah satu indikator penilaian dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan sertifikasi kompetensi otomotif. Melalui pembiasaan ini, SMKN 1 Rongga memastikan lulusannya tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga profesional dalam administrasi kerja bengkel.


Ikuti kami di: www.smkn1rongga.sch.id · TikTok @smkn1rongga · Instagram @smkn1rongga