RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Penguasaan teknologi tidak hanya bertumpu pada kemampuan mengoperasikan perangkat, melainkan pada kemampuan bernalar secara terstruktur. Hal inilah yang ditekankan dalam pembelajaran mata pelajaran Informatika di SMKN 1 Rongga bersama guru pengampu Suhendar Aryadi, S.Pd.,Gr., Selasa (18/08/2026).
Menjadikan Berpikir Komputasional sebagai Kebutuhan Abad 21
Dalam sesi pembelajaran di kelas, Suhendar Aryadi memaparkan pentingnya konsep Berpikir Komputasional (Computational Thinking) bagi seluruh siswa kejuruan. Empat pilar utama—dekomposisi (memecah masalah besar menjadi bagian kecil), pengenalan pola, abstraksi (fokus pada informasi esensial), dan perancangan algoritma—ditanamkan sebagai kerangka kerja berpikir untuk menghadapi berbagai tantangan teknis maupun manajerial.
Relevansi Tinggi dengan Dunia Industri
“Berpikir komputasional bukan hanya milik calon programmer, tetapi pola pikir universal yang dibutuhkan di semua lini industri. Ketika siswa terbiasa merumuskan masalah secara sistematis, mereka akan menjadi lulusan vokasi yang adaptif, solutif, dan bernalar kritis,” ungkap Suhendar Aryadi di sela-sela pemaparan materinya.
Pembelajaran Interaktif Berpusat pada Siswa
Dengan memanfaatkan proyektor digital dan modul pembelajaran terintegrasi, suasana KBM berlangsung interaktif. Para siswa diajak berdiskusi aktif membedah skenario masalah nyata, menumbuhkan antusiasme tinggi dalam mengeksplorasi logika komputasi modern.
Ikuti kami di: www.smkn1rongga.sch.id · TikTok @smkn1rongga · Instagram @smkn1rongga
