RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Mengawali aktivitas kedinasan di pertengahan pekan, seluruh jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMKN 1 Rongga berkumpul di lapangan olahraga sekolah untuk mengikuti Apel Pagi GTK, Rabu (19/08/2026).
Bertindak sebagai Pembina Apel, Suhendar Aryadi, S.Pd., Gr. menyampaikan arahan berbobot mengenai transformasi metode penanaman nilai karakter bagi peserta didik dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip sains modern, khususnya bidang neuroscience (ilmu saraf otak).
Menembus Batas Slogan Menuju Tindakan Nyata
Dalam amanatnya, Suhendar Aryadi menegaskan bahwa mendidik karakter tidak akan pernah efektif bila hanya mengandalkan petuah lisan, ceramah searah, atau pajangan slogan di dinding sekolah.
“Otak manusia, khususnya pada fase remaja, belajar dan membentuk pola permanen melalui pengalaman indrawi dan tindakan kinestetik. Jika kita ingin menanamkan budaya bersih atau budaya tertib, maka kita wajib mensimulasikannya secara berulang di lapangan, bukan sekadar menjadikannya teks slogan,” tegas Suhendar Aryadi, S.Pd., Gr. di hadapan barisan GTK.
Membentuk Sirkuit Saraf Kebiasaan Baik
Mengutip temuan neurosains mengenai neuroplasticity (kemampuan otak untuk terus beradaptasi dan membentuk koneksi saraf baru), pembina apel menjelaskan bahwa setiap kali siswa melakukan tindakan positif secara nyata—seperti membungkuk memungut sampah lalu memasukkannya ke tempat yang sesuai atau berbaris rapi saat antri—otak mereka mengaktifkan dan memperkuat sirkuit sinaptik baru.
Pengulangan simulasi inilah yang kelak mengubah tindakan sadar menjadi refleks karakter otomatis (habituated behavior).
Ikuti kami di: www.smkn1rongga.sch.id · TikTok @smkn1rongga · Instagram @smkn1rongga
