RONGGA, SMKN1RONGGA.SCH.ID — Integrasi ilmu neurosains ke dalam manajemen budaya sekolah menjadi diskursus segar yang mewarnai Apel Pagi GTK SMKN 1 Rongga, Rabu (19/08/2026).
Di tengah udara sejuk pegunungan Rongga, Pembina Apel Suhendar Aryadi, S.Pd., Gr. memaparkan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang secara konsisten memicu respons otak positif melalui pengkondisian lingkungan (environmental conditioning).
Jalur Saraf yang Terbentuk Lewat Pengulangan
“Konsep dasar neuroplastisitas menyatakan: neurons that fire together, wire together. Sel-sel saraf yang aktif bersamaan akan terhubung semakin kuat. Bila setiap pagi siswa disapa dengan ramah, diajak membersihkan area sekitar dengan simulasi 5 menit, dan dibiasakan berdoa dengan khusyuk, maka koneksi kebaikan di otak mereka akan terbentuk tebal dan kokoh,” urai Suhendar Aryadi.
Tanggung Jawab Kolektif Seluruh Elemen Sekolah
Ekosistem ini membutuhkan komitmen seluruh GTK, mulai dari guru mata pelajaran normatif, adaptif, kejuruan, hingga tenaga tata usaha dan keamanan sekolah. Keterpaduan langkah ini memastikan tidak ada celah di mana ketidaktertiban dibiarkan tanpa adanya intervensi simulasi perbaikan yang mendidik.
Ikuti kami di: www.smkn1rongga.sch.id · TikTok @smkn1rongga · Instagram @smkn1rongga
